header-int

Inovasi

Posted by : Administrator
Share

No Nama Deskripsi & Spesifikasi Tahun
A. KONSEPSI    
1 Strategi Dasar Pembangunan Kelautan di Indonesia Dokumen Strategi Dasar Pembangunan Kelautan di Indonesia diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan rujukan (reference) bagi segenap pelaku (stakeholders) pembangunan kelautan Indonesia untuk masa 25 tahun mendatang, baik bagi kalangan instansi pemerintah maupun swasta 1997
2 Rencana Aksi Pembangunan Berkelanjutan Sumberdaya Pesisir dan Kelautan Indonesia Penyusunan Rencana Aksi Pembangunan Berkelanjutan Sumberdaya Pesisir dan Kelautan Indonesia dilakukan untuk memberikan dukungan perencanaan kepada Pemerintah Indonesia dalam pembangunan pemanfaatan sumberdaya pesisir dan lautan maupun strategi pengelolaannya. 1998
3 Konsep Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Terumbu Karang Indonesia Penyusunan konsep Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Terumbu Karang Indonesia dilakukan dalam rangka untuk menjawab tiga isu utama dalam pengelolaan ekosistem terumbu karang, yaitu  (1) degradasi ekosistem terumbu karang yang semakin besar ; 2) kebutuhan pembangunan ekonomi masyarakat pesisir ; serta (3) isu hak maupun kewajiban antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Dokumen ini disusun sebagai hasil kajian ilmiah yang dapat digunakan sebagai acuan bagi para pembuat kebijakan dan pengambil keputusan dalam melakukan tugas dan kewenangannya dalam mengelola sumber-daya terumbu karang secara berkelanjutan.
2000
4 Konsepsi Ocean Policy Kebijakan Pembangunan Kelautan Nasional yang mengintegrasikan multisektor dalam membangun kelautan menuju Negeri Bahari. 2003
B. GERAKAN / PROMOSI    
1 Gerakan Aku Cinta Laut Produksi Album lagu Aku Cinta Laut (12 lagu) dalam satu kaset dan melakukan gerakan sosialisasi melalui penyuluhan di 1.000 Sekolah Dasar di Provinsi Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta bekerja sama dengan 100 mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB (FPIK IPB) serta pembuatan video clip yang disiarkan di 6 saluran televisi swasta dan TVRI. 2001 - 2002
2 Indonesia Ocean Outlook Tradisi Indonesia Ocean Outlook dikemas dalam bentuk seminar yang  diharapkan mampu menggali pemikiran dan memprediksi keragaan aktivitas Bangsa Indonesia di bidang kelautan pada tahun-tahun mendatang. Dalam diskusi Indonesia Ocean Outlook dibahas beberapa rumusan isu dan permasalahan yang berkembang, tindak lanjut dari segenap stakeholder kelautan dan perikanan, serta rekomendasi alternatif solusi dari berbagai isu dan permalahan tersebut. 2003, 2004,  2005, 2006
C. TEKNOLOGI    
1 Sistem Data Informasi Pelabuhan Perikanan di Pantai Utara Pulau Jawa Software 1999
2 Alat Filtrasi dan Sentrifusi Hardware Kapasitas 6 liter, 10.000 rpm 2000
3 Sistem Informasi Pesisir Lampung Software 2000
4 Prototipe Budidaya Ikan Laut Sistem Floating Cage Bagi Masyarakat  Pesisir di Kepulauan Riau Prototipe jaring apung yang disimulasikan terdiri atas 2 tipe, yaitu segi empat dan segi delapan. Dari aspek ekonomi, hasil perhitungan ekonomi menunjukkan bahwa jaring segi empat memiliki nilai parameter ekonomi (analisis rugi laba, proyeksi cashflow dan kriteria investasi) yang lebih baik daripada jaring segi delapan. 2000
5 Biofilter untuk pengolahan limbah pupuk dan budidaya Hardware 2000
6 Bahan alam laut (cacing) untuk makanan sehat Hardware 2000
7 Bahan aktif pengganti sianida untuk penangkapan ikan karang Hardware 2000
8 Aprodisiax dari bahan alam laut Hardware 2000
9 Model Base Sumberdaya Kelautan dan Pesisir Software 2001
10 Sistem Informasi Sumberdaya Pesisir dan Laut Wilayah Kabupaten Pati Software 2001
11 Database Pulau-pulau Kecil Software 2001
12 Sistem Informasi Geografis Kabupaten Indragiri Hilir Software 2002
13 Etalase Informasi Sumberdaya Perikanan dan Lautan Provinsi Gorontalo Software 2002
14 Teknologi Bioremediasi untuk Pengolahan Limbah-limbah dari Industri Minyak Bumi, Industri Kelapa Sawit, dan Industri-industri Penghasil B3 Bioremediasi menjadi salah satu alternatif teknologi yang digunakan untuk mengolah limbah berbahaya akibat dari proses eksploitasi dan penyulingan minyak bumi, industri kelapa sawit dan industri-industri penghasil B3.  Bioremediasi tidak hanya mendegradasi polutan, tetapi juga dapat digunakan untuk memisahkan zat-zat yang tidak diinginkan terdapat pada udara, tanah, air dan bahan baku dari sisa proses industri.
Teknologi yang digunakan pada proses bioremediasi meliputi :
  • Bioaugmentasi, menggambarkan penambahan organisme atau enzim pada bahan untuk menghilangkan zat-zat kimia yang tidak diinginkan.
  • Biofilter, memisahkan gas-gas organik dengan melewatkan udara melalui kompos atau tanah yang mengandung mikroorganisme yang mampu mendegradasi gas.
  • Bioreaktor, perlakuan terhadap bahan yang terkontaminasi pada tangki besar yang mengandung organisme atau enzim.
  • Biostimulasi, penggunaan nutrien atau bahan untuk menstimulasi pertumbuhan dan memperkenalkan organisme secara alami.
  • Bioventing, perlakuan dengan menyemburkan oksigen melalui tanah untuk menstimulasi pertumbuhan dan memperkenalkan organisme bioremediasi.
  • Pengomposan, mencampur bahan yang terkontaminasi dengan kompos yang mengandung organisme bioremediasi.
  • Landfarming, penggunaan teknik farming tailing dan soil amandement untuk mendorong pertumbuhan organisme bioremediasi pada area yang terkontaminasi.
2004

PKSPL-IPB Kampus IPB Baranangsiang
Jl. Raya Pajajaran No. 1, Bogor, Jawa Barat, INDONESIA - 16127;
Phone: (62-251) 8374816, 8374820, 8374839; Facs.: (62-251) 8374726
© 2017 PKSPL-IPB Follow PKSPL-IPB: Facebook Twitter Linked Youtube