header-int

Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Keanekaragaman Hayati (Biodiversity) - Taman Keanekaragaman Hay

Jumat, 11 Okt 2019, 08:42:10 WIB - 25 View
Share
Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Keanekaragaman Hayati (Biodiversity) - Taman Keanekaragaman Hay

Pertamina RU II Dumai memiliki komitmen di dalam upaya pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan, utamanya di sekitar kawasan perusahaan (In-situ) maupun di luar perusahaan (Ex-situ). Komitmen perusahaan ini ditunjukkan dengan tetap menjaga area dan kondisi kealamian lingkungan di kawasan-kawasan penyangga dan atau habitat flora dan fauna, salah satunya adalah Penetapan dan Pengelolaan Kawasan Hutan Bukit Datuk yang berada kawasan/area produksi perusahaan menjadi Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) “Eco Park” Patra Seroja.

Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) “Eco Park” Patra Seroja terletak pada ketinggian 18,2 m di atas permukaan laut dan merupakan hutan rawa gambut dan hutan dataran rendah. Kondisi topografinya datar dengan kelerengan 0-3%, tanah di lokasi penelitian termasuk jenis Organosol dan Glei humus. Bahan induk seluruhnya adalah Aluvial dengan fisiografi dataran (Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, 1993; Soil Survey Staff, 2003). Iklim daerah ini menurut klasifikasi curah hujan Schmidt dan Ferguson (1951), mempunyai tipe iklim B, dengan jumlah rata-rata curah hujan bulanan terbesar terjadi pada bulan Desember (614,1 mm), rata-rata curah hujan terkecil pada bulan Juli (73,9 mm). Jumlah rata-rata hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Desember (28 hari), sedangkan yang paling sedikit terjadi pada bulan Juni (9 hari). Suhu udara rata-rata berkisar antara 22º C sampai 34º C dan kelembaban udara rata-rata berkisar 78,5–82,4 % dan tertinggi terjadi pada bulan Desember.

Tipe vegetasi pada umumnya merupakan Hutan Rawa Gambut dan sebagian merupakan Hutan Dataran Rendah. Hutan rawa gambut terdapat hampir di seluruh kawasan yang ditandai dengan keadaan substrat/tanah yang selalu tergenang air, topografi relatif datar, dan pada lantai hutan banyak terdapat tumpukan serasah yang belum terurai seluruhnya. Jenis vegetasi yang dominan adalah: meranti (Shorea spp.), kempas (Koompassia malaccensis), terap (Artocarpus elasticus). Hutan dataran rendah terdapat pada sebagian yang ditandai dengan topografi lahan sedikit bergelombang, umumnya berupa hutan sekunder dengan vegetasi dominan diantaranya adalah: mahang (Macaranga triloba), simpur (Dillenia sp.), Akasia tenggek burung (Evodia roxburghiana), dan jenis-jenis dari suku Myrtaceae (jambu-jambuan).

Klk to download

PKSPL-IPB Kampus IPB Baranangsiang
Jl. Raya Pajajaran No. 1, Bogor, Jawa Barat, INDONESIA - 16127;
Phone: (62-251) 8374816, 8374820, 8374839; Facs.: (62-251) 8374726
© 2019 PKSPL-IPB Follow PKSPL-IPB: Facebook Twitter Linked Youtube