Pesisir dan Laut

Ciptakan Pelaku Usaha Baru

Kredit Perikanan Perlu Diawasi

Kamsari Saleh | Minggu, 08 Mei 2016 - 21:42:23 WIB | dibaca: 2656 pembaca

JAKARTA, Peningkatan kinerja kredit sektor perikanan perlu diimbangi upaya memastikan bahwa dana tersebut mampu meningkatkan usaha dan kesejahteraan masyarakat perikanan. Pelaku usaha perikanan dapat dilibatkan dalam perencanaan hingga evaluasi penyaluran kredit.  

Realisasi penyaluran kredit ke sektor kelautan dan perikanan melalui program Jangkau Sinergi dan Guideline (Jaring) pada 2015 mencapai Rp 6,69 triliun atau 124,5 persen dari target Rp 5,37 triliun. Program ini diluncurkan OJK bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan menggandeng industri perbankan dan industri keuangan nonbank (IKNB).  

Tahun 2016, kredit Jaring untuk sektor kelautan dan perikanan ditargetkan Rp 9,2 triliun, sedangkan target kredit Jaring ke sektor maritim Rp 42,8 triliun.  

Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan Abdul Halim, di Jakarta, Selasa (3/5), berpendapat, peningkatan penyaluran kredit bagi usaha kelautan dan perikanan harus diimbangi peningkatan kesejahteraan pelaku usaha sebagai penerima kredit.  

”Program jaring bukan sekadar pembiayaan ala bank, melainkan menyejahterakan masyarakat perikanan dengan memperkuat potensi gotong royong dan kesamaan usaha,” ujarnya.  

Penyaluran kredit bagi usaha perikanan perlu meminimalkan potensi risiko. Perlu disiapkan koperasi atau perusahaan bentukan masyarakat yang mengelola dana cadangan risiko usaha.  

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengemukakan, nelayan yang menjadi bagian dari sistem penggunaan kredit perlu terus dipantau. Penyaluran kredit tanpa pengawasan dan pembinaan berisiko menjadi kredit macet.  

Untuk itu, OJK mendorong model pembiayaan kemitraan melalui pendekatan inti plasma. Dengan model ini, terbentuk kemitraan usaha besar (inti) untuk membina usaha skala kecil (plasma).  

Dukungan  

Wakil Ketua Umum Kelautan dan Perikanan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Yugi Prayanto mengatakan, perlu dukungan akses pembiayaan untuk menciptakan sebanyak mungkin pelaku usaha baru di sektor kelautan dan perikanan. Kadin Indonesia juga memetakan potensi pelaku usaha baru di sektor kelautan dan perikanan untuk melahirkan pengusaha domestik yang akan memperkuat perekonomian Indonesia.  

”Kuncinya adalah pemberian motivasi, sosialisasi, dan pemberian kemudahan berusaha,” katanya saat berkunjung ke Kompas bersama jajaran pengurus Kadin, kemarin.

Sumber: Kompas, Kamis, 04 Mei 2016

Link: http://epaper1.kompas.com/kompas/books/160504kompas/#/1/ 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)